Dan bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu(Mzm 37:4)
Kamis, 28 April 2011
LIFE IS SO SHORT
Sampai di rumah ingatan kembali melayang pada beberapa tahun yang lalu saat saya masih menjadi mahasiswa praktek di sebuah rumah sakit milik pemerintah. Saya ingat ketika itu saya bertemu dengan seorang ibu yang dirawat di rumah sakit karena tumor otak. Saya tahu bagaimana prognosisnya pada waktu itu namun saya masih yakin Tuhan akan tolong pasien tersebut.
Pada saat baru masuk ke bangsal beliau masih bisa mengobrol meski kadang tidak nyambung. Namun kondisinya mengharuskannya untuk tetap tiduran dan saya membantu menyuapi makan dan minum, begitu pula bila ingin berganti pakaian dan merapikan tempat tidur. Hampir setiap hari saya bertemu dengan pasien itu, karena itu saya tahu pasti bagaimana perkembangannya, bukan membaik namun memburuk. Setelah sekitar 2 minggu pasien tersebut tidak sadar, di hidungnya terpasang nasogastric tube untuk memasukkan makanan ke dalam lambung, di tangannya tampak terpasang infus, dan di samping tempat tidurnya tergantung urine bag yang tersambung dengan DC catheter. Pada awalnya selang di hidungnya bersih, namun beberapa hari kemudian berwarna hitam, lalu kadang si ibu muntah berwarna hitam dan akhirnya kemudian beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Sungguh bagi saya 2 minggu itu terasa sangat singkat. Pertama kali bertemu dengan pasien tersebut saya masih bisa mengobrol dengannya, beliau juga masih bisa makan, minum, sungguh tak disangka setelah 2 minggu akhirnya beliau “menyerah”.
Hal ini membuat saya ingat akan Mazmur 90:3-6.
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata :”Kembalilah, hai anak-anak manusia!”
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
Hidup manusia begitu singkat, seperti rumput yang tumbuh di pagi hari lalu layu di sore harinya, dan sebagian dipenuhi dengan kesengsaraan dan penderitaan. Betapa tidak berharganya hidup manusia.
Lalu untuk apa manusia hidup bila hanya seperti hembusan nafas saja lalu mati ? pertanyaan ini berdiam begitu lama di dalam pikiran, sampai kemudian saya menemukannya. Tuhan memiliki rencana yang indah untuk setiap kehidupan manusia. Dan sebagai ciptaan yang menjadi milik-Nya sudah seharusnya manusia menyerahkan diri sepenuhnya untuk dipakai dalam setiap rancangan yang telah dibuat-Nya.
Sayangnya manusia terlalu angkuh dan sombong untuk mengikuti kehendak-Nya. Hidup yang hanya satu kali saja diisi dengan hal-hal yang menyenangkan menurut manusia itu dan mungkin saja kesenangan itu tidak disukai oleh-Nya. Keadaan dunia ini membawa saya untuk berpikir justru lebih sederhana. Hidup begitu singkat dan kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin hari ini, atau nanti malam, atau besok, entah kapan, namun hidup yang singkat ini begitu penting karena menentukan kemanakah kita akan pergi setelah ajal menjemput nanti. Saya tidak ingin menjadi manusia yang paling bodoh karena menyia-nyiakan hidup dengan mengabaikan kehidupan setelah kematian.
Karena itu janganlan bertindak bodoh, tetapi tetaplah terus berusaha untuk mencari dan mengerti kehendak Tuhan. Pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat. Perhatikanlah bagaimana kamu hidup. (Efesus 5 : 15-17).
Ayat ini terngiang-ngiang di telinga saya.
Saya tahu bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan (Yoh 3: 16; 14:6). Karena itu saya percaya saya tidak salah langkah. Saya tidak akan ragu dengan kehidupan setelah kematian karena DIA menyediakan tempat bagi saya di kehidupan nanti.
Mempergunakan kesempatan dalam hidup untuk berbuat baik bukan berarti mengumpulkan upah untuk “membeli” tiket ke surga. Sebagai orang yang percaya kepada Kristus Yesus perbuatan baik adalah persembahan kepada Allah. (Ibrani 13: 16). Upah yang kita dapatkan akan kita bawa sebagai persembahan bagi kemuliaan nama-Nya.
Minggu, 27 Februari 2011
7 Pilar Kesatuan Gereja Dalam Kitab Efesus
1. Satu Tubuh.
Arti “satu Tubuh” adalah menunjuk kepada Gereja yang adalah tubuh Kristus, dan orang-orang percaya adalah anggota-anggota dari Tubuh itu. Jadi orang yang menerima Yesus sebagai Juruselamat dan telah lahir baru ia adalah anggota tubuh Kristus, secara universal dan personal. Bukan anggota denominasi suatu gereja. Istilah Tubuh Kristus tidak ditemukan dalam kitab-kitab lain kecuali dalam tulisan Paulus. Hampir dapat dibilang tidak ada Tubuh Kristus (kecuali dalam pikiran Allah) setidaknya sampai Kristus datang ke dunia. Dalam Alkitab, di luar surat Paulus tidak ditemukan gereja menyandang julukan tersebut (Baker, 619).
2. Satu Roh.
Setiap orang yang percaya kepada Kristus memiliki Roh yang sama. Sebab tidak ada seorangpun yang dapat berkata Yesus adalah Tuhan selain Roh Kudus yang ada pada orang tersebut. Sebab kita yang percaya diberi minum dari satu Roh (1 Korintus 12:3,13). Dan Roh inilah yang melahirbarukan orang percaya. Jadi jika seseorang berkata percaya kepada Yesus, maka ia memiliki Roh yang sama dengan kita yang Percaya juga kepada Kristus.
3. Satu Pengharapan.
Gereja Tubuh Kristus pada masa ini memiliki pengharapan yang unik, yakni pengangkatan oleh Tuhan ke surga sebelum masa Tribulasi (kesusahan besar). Pengharapan tentang kehidupan kekal di surga inilah yang perlu untuk dipersatukan. Kita tidak sedang membicarakan tentang pengharapan di bumi ini. Pengharapan akan hidup di bumi ini sangatlah berbeda satu dengan lainnya, namun pengharapan hidup kekal haruslah sama atau satu. Periksalah diri anda apakah anda memiliki pengharapan keselamatan secara pasti ke surga.
4. Satu Tuhan.
Semua orang bisa berkata “Tuhan, Tuhan, Tuhan.” namun Tuhan apa yang dimaksud? Jangan hanya berseru Tuhan,Tuhan,Tuhan, tapi anda tidak mengenal siapa Tuhan anda. Orang percaya memiliki konsep Tuhan yang sama, bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Tuhan inilah yang memperkenalkan diriNya dalam pribadi Yesus Kristus yang telah menyerahkan hidupNya untuk menyelamatkan manusia yang berdosa.
5. Satu Iman.
Potensi iman sudah ada sejak anda lahir, dan tidak semua iman itu menuntun anda kepada kepastian masuk surga di akhirat. Namun iman kepada Kristulah yang memberi kepastian masuk surga kepada anda. Kesatuan inilah yang dimiinta oleh Paulus supaya dijaga. Jika iman anda belum sesuai pada patokan ini, anda belum dapat dikatakan sebagai anggota Gereja Tubuh Kristus. Kecuali percaya dan berpaling dengan iman kepada Kristus.
6. Satu Baptisan.
Paling tidak ada 12 baptisan dalam Alkitab (akan dibahas khusus), namun hanya satu baptisan yang menyelamatkan. Karena kitab Efesus ini adalah tulisan Paulus, maka pemahaman tentang baptisan tidak dapat dipisahkan dari teologi Paulus tentang bptisan. Tentulah dalam kitab ini Paulus sedang berbicara tentang baptisan Roh, yang bukan dilakukan oleh manusia. Sesuai dengan Roma 6:3, bahwa orang percaya dibaptis ke dalam kematian Kristus untuk menjadi satu Tubuh dengan Kristus. Baptisan model apapun yang anda alami selama ini tidak menyelamatkan anda ke surga, kecuali anda mengalami baptisan Roh yang menjadikan anda “ciptaan baru”.
7. Satu Allah.
Pengetahuan yang benar tentang Allah di antara orang percaya harus satu, yakni memahami Allah sebagai “Bapa dari semua” dan “di atas semua”. Bapa dari semua berarti Allah merupakan sumber sagala yang ada. Dialah yang menciptakan alam semesta ini dari tidak ada menjadi ada. Dia atas semua berarti Allah memiliki derajat atau kedudukan tertinggi dari apapun. Kedudukan tinggi ini menjadikan Dia layak menerima hormat dan sembah dari manusia.
Hendaklah kesatuah Roh terpelihara sempurna di antara orang percaya.
Tuhan Yesus memberkati.
(bahan dari tulisan “YB”; red.)
Rabu, 15 Juli 2009
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bagi Manusia
Akper Bethesda Yogyakarta
Pendahuluan
Perkembangan zaman dapat dikatakan sangat begitu pesat. Semua sektor kehidupan mengalami perkembangan, semuanya itu menuju ke pembaharuan. Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi hal yang paling berperan dalam perkembangan kehidupan manusia.
Dahulu orang mengenal alat komunikasi jarak jauh hanya sebatas kentongan dan surat. Sekarang orang dari belahan dunia manapun sudah bisa dijangkau menggunakan telepon, bahkan telepon nir kabel, telepon seluler yang praktis, mungil dan bisa dibawa ke mana saja. Fasilitas di dalamnya pun tidak hanya sekedar untuk bicara tapi juga mengirim pesan singkat, bahkan dilengkapi pula dengan media hiburan bagi penggunanya, ada kamera digital sampai 5 MP, games, internet, dll
Dahulu orang bepergian jalan kaki, memakai kuda, keledai, onta, dan kesulitan bila harus bepergian jarak jauh apalagi menyeberangi lautan luas. Sekarang semua orang bisa menggunakan sepeda motor, mobil, kapal laut, pesawat, bahkan sekarang manusia bisa berjalan-jalan dan berekreasi ke bulan. Sungguh ajaib dan luar biasa….
Dunia kesehatan juga mengalami banyak kemajuan pesat. Mulai dari ditemukannya antibiotic, vaksin, obat-obatan, peralatan medis yang canggih, operasi-operasi besar seperti tranplantasi jantung, bahkan berganti kelamin bisa dilakukan di masa sekarang. Mengubah kondisi pribadi manusia pun bisa dilakukan melalui rekayasa genetika. Semuanya tercipta dari satu pemikiran manusia yang cemerlang.
Dampak iptek bagi kehidupan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sebenarnya seperti 2 sisi mata uang. Di satu sisi dapat menjadi negatif dan di sisi lain positif. Sisi negatif menonjol apabila manusia yang telah menguasai iptek menggunakannya untuk merusak kehidupan manusia. Kejadian 1:27 Mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia diciptakan paling sempurna di antara makhluk yang lain. Manusia diberikan kuasa untuk mengelola alam dan isinya (Kej 1:29), bukan untuk merusaknya. Kalau kemudian manusia menggunakan iptek untuk berganti kelamin, berganti pribadi melalui rekayasa genetika, mencari kepuasan untuk memenuhi hawa nafus, artinya manusia telah merusak gambar dan rupa Allah.
Meskipun demikian iptek bisa menjadi alat bagi manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Komputer memudahkan manusia untuk melakukan pekerjaan dan mengembangkan kreativitas. Ponsel membuat manusia bisa berinteraksi dengan banyak orang di segala tempat. Pesawat bisa mengantarkan manusia menuju tempat yang jauh. Bahkan melalui internet manusia bisa menggali ilmu dan wawasan serta keterampilan.
Lalu Bagaimanakah orang Kristen bersikap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi? Apakah menerima atau menolak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi?
Ada yang menolak dan tidak sedikit yang menerima teknologi. Penolakan terjadi karena beranggapan hidup sederhana merupakan pola hidup yang paling cocok untuk manusia, sedangkan bagi yang pro terhadap teknologi mengganggap teknologi mengambil peranan penting dalam hidup serta bagi masa depan manusia. Lebih jauh terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, iptek dapat menjadi suatu ‘agama’ bila kita tidak menyadari konsep iptek yang sebenarnya dan peranannya dalam hidup manusia (dapat menentukan baik/ buruknya hidup manusia).
Sejarah Perkembangan ilmu pengetahuan dari zaman ke zaman
1. Zaman gereja mula-mula
Pada masa ini belum ada persoalan mengenai iman dan akal budi/ ilmu pengetahuan. Seiring perkembangannya, muncul golongan Gnostik, Montanus, Marcion, mereka merupakan golongan yang memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai pasal-pasal iman, dan hal itu hanya sebatas pengajaran. Otoritas Alkitab belum dipermasalahkan pada masa ini.
2. Zaman sholastik
Mulanya universitas (di Eropa) memiliki hubungan dengan gereja maupun teologi, namun akhirnya lepas dari gereja dan teologi. Sejak masa itu terjadi masalah antara iman dan akal budi. Sebagai contoh kita melihat pendapat tokoh yang ada pada saat itu, seperti Anselmus (1033-1109) uskup besar Canterburry, berpendapat Credo ut Inteligam artinya aku percaya maka aku mengerti. Pandangan yang bertolak belakang dengan perkataannya diutarakan oleh Petrus Abelardus (1079-1142) yaitu aku mengerti agar aku percaya. Dari kedua pandangan tersebut sudah dapat kita ketahui telah adanya perbedaan pandangan yang sangat mendasar sekali dalam lingkungan Kristen sekali pun.
Thomas Aquinas (1225-1274) menggabunkan teologi Agustinus dengan fisafat Aristoteles, hal ini mengakibatkan teologia Wahyu menjadi teologia alamiah (naturalis), yang beranggapan bahwa manusia mampu memikirkan hikmah ilahi hanya pemikiran itu belum sempurna dan memerlukan rahmat Allah.
Pandangan dari zaman ini akhirnya ditinggalkan, karena orang menganggap ini hanyalah sebuah permainan pikiran yang didalamnya terdapat berbagai macam pandangan oleh para tokoh. Kurang bermanfaat bagi hubungan antara iman dan keKristenan dengan akal budi dan pengetahuan.
3. Zaman renaissance
Manusia sudah mengembangkan pikirannya secara bebas, terutama pemikiran dan penyelidikan mengenai alam semesta. Nicholas Copernicus (1473-1543) berhasil mengeser teori geocentrisnya Plotomeus,dengan mengeluarkan teori heliocentis, hal ini pun dapat menjadi penggoyah kepercayaan orang terhadap gereja dan otoritas Alkitab sendiri pun dipertanyakan. Pada masa ini juga terjadi reformasi gereja, yang dicetuskan oleh Martin Luther dan John Calvin.
4. Zaman rasionalisme
Pada zaman ini ratio menjadi tolak ukur secara mutlak atas kehidupan manusia. Secara terbuka terlihat perseteruan antara iman dan akal budi. Zaman ini juga dikenal sebagai zaman kenbangkitan Ilmu Pengetahuan Alam.
Beberapa tokoh yang ada pada zaman ini, G.W. Leibniz (1646-1716) penemu infinitisimal Calculus bersama dengan Isaac Newton (1642-1727), Blaise Pascal (1523-1662) seorang ahli matematika,menyadari bahwa kebenaran kristen lebih dalam daripada argumen-argumen logika manusia. Auguste Comte (1798-1857) membagi perkembangan teologis manusia dalam tiga tahapan yaitu teologis, metafisis, dan scientific, dimana agama dianggap sesuatu yang sudah lalu.
Pandangan Alkitab terhadap ilmu pengetahuan
• Sumber iptek adalah Allah
Alkitab mengatakan “Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan (Amsal 1:5). Dari ayat ini kita bisa lihat bahwa Allah sebenarnya menghendaki kita manusia untuk terus mengembangkan diri, menambah ilmu dan pengertian. Hal ini berarti bahwa kita tidak perlu menjauhi iptek tapi justru terus mengembangkannya menjadi lebih baik lagi.
• Iptek bagi kemuliaan Allah
Keluaran 35:30-36:1 mencatat bahwa Allah menunjuk orang-orang yang telah dipilihnya untuk membuat segala keperluan untuk membangun bait Allah. Kemudian Allah memperlengkapi mereka dengan segala keahlian, pengertian dan pengetahuan dalam segala pekerjaan untuk membuat segala rancangan tentang bait Allah. Allah memberikan Rohnya untuk membuat mereka mampu menyelesaikan pembangunan bait Allah seperti yang difirmankan-Nya (ayat 31).
Melalui ayat ini kita tahu bahwa sumber segala pengetahuan dan keahlian adalah Allah. Dan semua itu dipakai untuk melakukan kehendak-Nya (Kel 36:1).
Kejadian 11 :1-9 tentang pembangunan menara Babel menunjukkan betapa manusia begitu sombong dengan kemampuan yang dimiliki. Mereka menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mencari nama, membangun kota dengan menara sampai ke langit supaya Tuhan tidak menyerakkan manusia ke seluruh bumi (ayat 4). Hal ini melawan kehendak Tuhan yang mengatakan bahwa manusia harus bertambah banyak memenuhi bumi (Kej 1:28). Karena itu Allah kemudian murka kepada manusia dan mengacaubalaukan bahasa dan menyerakkan manusia ke seluruh bumi sehingga pembangunan kota itu berhenti.
Sikap terhadap iptek
Amsal 1:7 memberikan dasar bagi kita bagaimana harus bersikap terhadap perkembangan iptek. Takut Tuhan merupakan dasar pengertian yang benar tentang ilmu pengetahuan dan hikmat dari Tuhan merupakan pegangan supaya kita tidak jatuh dalam pencobaan karena iptek.
Sering kali iblis memakai iptek untuk memperdaya kita melalui tipu muslihatnya. Internet, ponsel, televise, mobil, bahkan apapun bisa membuat kita jatuh dalam pencobaan. Apapun bentuk pencobaannya, sadar atau tidak sadar iptek sering kali membuat kita terlena.
Efesus 6 : 10-17 membekali kita untuk berperang melawan tipu muslihat iblis.
a. Perisai iman dan ketopong keselamatan
Dengan keyakinan iman bahwa kita telah ditebus dari dosa dan diselamatkan maka kita telah menjadi milik Kristus seutuhnya. Iman kita menjadi perisai yang melindungi kita sehingga si jahat tidak akan dapat mengambil kita dari pada-Nya. Ketika kita berada dalam posisi sulit dalam pencobaan, kita tahu dan yakin Tuhan akan menyelamatkan kita karena kita adalah milik-Nya.
b. Pedang Roh
Firman Allah
Firman Allah menjadi pelita saat berjalan dalam dunia yang semakin gelap (119:105). Membaca firman Tuhan setiap hari membuat kita semakin mengerti kehendak Tuhan. Firman Tuhan yang tertanam dalam hati menjadi senjata bagi kita untuk melawan godaan-godaan dari si jahat. Bahkan orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam akan bertumbuh dan berbuah seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air (Mzm 1: 1-3). Orang yang sungguh-sungguh merenungkan dan melakukan firman Tuhan bukan hanya menjaga dirinya dari dosa tapi juga menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Berdoa
Berdoa merupakan cara berkomunikasi secara pribadi dengan Tuhan. Dengan berdoa kita mengundang campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Doa seperti peperangan roh, Roh Tuhan bekerja melawan si jahat, sementara kita diberi kekuatan untuk tetap bertahan dalam pencobaan dengan tetap memiliki damai sejahtera dari Tuhan.
Akhirnya “ kenakanlah sluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis” (Efesus 6:11).
REFERENSI
1.Halim, Sandy, 2004, Iman Kristen dan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, Seni, Univertitas Tarumanegara
2.Iman dan Iptek, 2009, http://gkimciumbuleuit.org
Minggu, 15 Maret 2009
ANAK-ANAK PUN BISA DIPAKAI TUHAN
Sebagian besar orang tua menganggap masa anak-anak merupakan masa yang sulit atau mengundang masalah. Banyak orang tua merasa kesulitan menghadapi perilaku anak-anak yang sering kali bandel, keras kepala, suka melawan dan marah tanpa alasan. Pada malam hari mereka sering kali marah dan menangis karena mimpi buruk sementara siang hari mereka merengek-rengek minta dibelikan mainan seperti punya teman-temannya.
Para ahli psikologi anak menyebut masa anak-anak merupakan masa menjelajah. Mengapa demikian?? Karena anak-anak seringkali mencoba mencari tahu tentang lingkungan di sekitarnya dan ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi bagian di dalamnya. Hal ini dapat ditunjukkan dengan seringnya mereka bertanya tentang apa saja kepada orang tua atau orang yang lebih dewasa. Yang paling menonjol dari anak-anak adalah meniru pembicaraan dan tindakan orang lain. Karena itu kita harus berhati-hati saat berperilaku dan berkata-kata di depan anak-anak.
Anak-anak juga mulai membangun pengertian tentang benar dan salah. Pengertian tentang benar dan salah masih terbatas pada situasi di dalam rumah dan semakin anak bertambah usia pengertian benar dan salah harus diperluas ketika anak berhubungan dengan orang lain di luar rumah seperti teman bermain, sekolah dan tetangga. Yang lebih penting lagi adalah anak-anak harus bisa meletakkan dasar-dasar dalam hati nurani sebagai petunjuk apakah perilakunya benar atau salah. Dasar dalam hati nurani ini akan dibawa anak sampai dia dewasa nanti. Tugas para orang tua dan pelayan anak sebagai orang dewasa terdekat dalam kehidupan anak adalah menanamkan dasar-dasar tersebut dalam hati anak-anak.
Memperkenalkan Tuhan sejak dini kepada anak merupakan hal yang paling pokok supaya anak dapat menanamkan nilai-nilai dasar yang baik sebagai bekal dalam kehidupannya. Menurut ahli psikologi perkembangan, anak-anak telah memiliki minat terhadap agama. Anak-anak menerima ajaran agama dengan menafsirkan apa yang dilihat dan didengarnya sesuai dengan apa yang sudah diketahui. Berdoa juga bisa menjadi saat yang menyenangkan bagi anak karena sebagian besar anak memandang Tuhan adalah seseorang hebat yang dapat melakukan apa saja.
Dengan dasar-dasar ini sebenarnya kita memiliki banyak kesempatan untuk membawa anak-anak kepada Tuhan. Membawa anak-anak untuk semakin mengenal Tuhan bukan hal yang mudah tetapi membutuhkan ketulusan, kesetiaan dan komitmen yang tinggi. Hal-hal di bawah ini merupakan patokan bagi kita dalam melayani anak-anak.
1. Memenangkan anak kepada Kristus
Bila anak-anak dimenangkan kepada Kristus maka dia mempersembahkan seluruh hidupnya untuk mengasihi dan melayani Kristus. Orang dewasa seringkali berpikir bahwa pelayanan lebih penting ditujukan kepada orang dewasa saja sementara pelayanan kepada anak dianggap hal yang sepele. Pelayanan anak sama pentingnya dengan pelayanan kepada orang dewasa.
2. Memperhatikan hak dan perasaan anak
Ketika bertemu anak di jalan tersenyum dan menyapa mereka dengan hangat. Anak merasa senang dan dekat jika kita menunjukkan sikap hangat sehingga mereka merasa diterima dan diperhatikan.
3. Memperhatikan anak-anak saat kunjungan ke rumahnya
Saat berkunjung bukan hanya berbincang dengan orang tuanya tapi juga dengan anak.
4. Sabar dengan tingkah laku anak
Sabar berarti tidak berharap banyak kepada anak seperti kepada orang dewasa, misalnya harus duduk diam dan tidak main-main. Menjadi marah dan tidak sabar bisa berarti kita berharap terlalu banyak kepada anak.
5. Kehidupan kita tidak menjadi batu sandungan bagi anak
Anak-anak meniru kehidupan orang dewasa di sekitarnya. Karena itu perilaku orang tua dan pelayan anak harus menjadi teladan bagi mereka.
6. Tidak mempermalukan atau menggoda anak
Orang dewasa tidak perlu mengeluarkan kata-kata yang membangkitkan amarah anak atau melemahkan semangat anak.
7. Mendengarkan anak
Mendengarkan berarti meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan anak dan memberikan pujian dan semangat bagi mereka.
8. Suka bergaul dengan anak-anak
Bergaul dengan anak berarti menikmati saat-saat bersama mereka, masuk dalam kesenangan, kehidupan dan persahabatan dengan mereka.
Anak-anak yang dilayani dengan baik akan menghasilkan generasi yang luar biasa. Tuhan bisa memakai siapa saja bahkan anak-anak. Samuel menjadi pelayan Tuhan sejak masih anak-anak (1 Sam 1:28, 2:18). Yoas menjadi raja di usia 7 tahun dan melakukan apa yang benar di mata Allah (2 Raj 12:1-3). Yohanes pembaptis penuh roh kudus sejak kecil (Luk 1:15). Yesus penuh hikmat sejak masih anak-anak (Luk 2:41-52), Timotius mengenal kitab suci sejak kecil ( 2 Tim 3:15).
Diperlukan Hana untuk mengarahkan Samuel (1 Sam 1:9-28), diperlukan Imam Yoyada untuk mengajar Yoas (2 Raja-Raja 11:21- 12:1, 2), diperlukan Yusuf dan Maria untuk melahirkan Yesus (Mat 1:18-25), diperlukan Eunike untuk memunculkan Timotius (2 Tim. 1:5) dan Zakharia serta Elizabeth bagi Yohanes pembabtis (Luk 1:5-25).
Samuel, Yoas, Yohanes Pembabtis, Timotius, dan Yesus tidak turun dari langit. Mereka dipersiapkan. Diperlukan orang tua dan pelayan anak yang memiliki komitmen yang kuat untuk melayani anak-anak. Anak-anak harus mengenal siapa Tuhan dan Juruselamatnya, bahkan dipenuhi dengan roh kudus. Mari kita melayani anak-anak dengan sungguh-sungguh supaya mereka menjadi generasi yang dimenangkan bahkan dipakai Tuhan luar biasa.
REFERENSI
1. Hurlock, 1998, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga.
2. Bina Anak, No 418, 4 Februari 2009, Anak pun bisa dipakai Tuhan, www.pepaksabda.org.
3. Bina Anak, edisi 65, 27 Februari 2002, Komitmen Kesetiaan Guru Melayani Anak-anak, www.pepaksabda.org.