Dan bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu(Mzm 37:4)
Selasa, 01 Maret 2011
Seks...??? Hmmm.....
Ternyata seks bebas sudah menjadi perbincangan yang cukup hangat bagi kaum muda sekarang... Ada yang enjoy dengan kebiasaan buruknya itu namun banyak juga yang merasa bersalah, tersiksa, terjerat dan bahkan merasa tidak berharga. Rupanya cukup banyak dampak dari seks bebas. Dan latar belakang kenapa mereka melakukannya ternyata juga bervariasi, ada yang karena sakit hati dikhianati pasangan sebelumnya, ada yang beralasan karena cinta, ada yang melakukannya karena hubungan dengan pacar tidak direstui orang tua, dan banyak macam alasan lainnya.
Sebenarnya apa itu seks? Saya pernah mengikuti sebuah seminar bagi anak muda mengenai Love, Seks and Dating di sebuah gereja. Dalam makalahnya disebutkan bahwa seks merupakan keinginan seorang laki-laki atau seorang perempuan akan lawan jenisnya (Jusuf BS, 1995). Seks adalah ikatan batiniah pria dan wanita dalam persetubuhan. Seks adalah naluri alamiah manusia yang ada sejak ia dilahirkan. Seks memliki nilai tinggi bagi setiap manusia. Tuhan menciptakan naluri seks supaya manusia menikmatinya hanya dalam hubungan pernikahan. Di luar pernikahan seks adalah dosa dan membawa kepada kehancuran. Seks akan dipuaskan dan hanya dapat dipuaskan dengan benar dan dengan tidak menjadi dosa (tanpa kepahitan dan kerusakan hidup) yaitu dalam pernikahan yang suci. Peranan utama seks bagi manusia adalah lambang persekutuan. Yaitu persekutuan dalam perkawinan, suatu hubungan seumur hidup yang diikat oleh janji-janji dan yang berdasarkan kasih, kepercayaan dan kesetiaan, dan tujuan bersama (Jack, 2000).
Itulah seks yang sebenarnya. Bukan dosa sepanjang dilakukan sesuai dengan aturan dan mengikuti norma-norma agama. Bagaimana dengan seks yang dilakukan diluar pernikahan? Sudah pasti apapun alasannya tidak dibenarkan karena selain melanggar norma, seks diluar pernikahan menimbulkan dampak yang luar biasa dahsyat dan hampir seluruhnya dampak buruk. Beberapa dampak yang mungkin terjadi :
Penularan penyakit kelamin, seperti: AIDS, Sepilis, dll.
Menurunnya derajat nilai seks yang semestinya melayani pasangan dalam pernikahan, namun hanya untuk kesenangan pribadi saja sehingga penghargaan terhadap seksualitas kurang.
Kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga terjadi tindakan aborsi (menggugurkan kandungan). Di Amerika 9% dari kelahiran dalam satu tahun (360.000) dilahirkan oleh remaja yang belum menikah (Jackson, 2005). Data tentang aborsi di Indonesia menunjukkan peningkatan
TAHUN 1997 1.000.000 Janin/taun --
Tahun 1998 1.750.000 Janin/tahun Naik 75%
April 2000 2.300.000 Janin/tahun Naik 31%
Mei 200 2.600.000 Janin/tahun Naik 13%
Oktober 2002 3.000.000 Janin/tahun Naik 15%
Sumber: www.aborsi.net
Gangguan psikologis antara lain: Merasa bersalah, Takut, Merasa tidak berarti, dll.
Meskipun seks diluar pernikahan dilakukan secara aman, misalnya dengan pelindung atau alat kontrasepsi akan tetap muncul dampak buruk yaitu masalah psikologis. Merasa tidak berarti, merasa takut, bersalah, tidak berharga sering kali muncul dari pasangan yang melakukannya. Yang paling parah adalah ketidakpercayaan kepada pasangannya. Meskipun kemudian mereka menikah, hal buruk yang mungkin muncul setelah mereka menikah adalah rasa tidak percaya. Satu pihak bisa saja merasa curiga kepada pasangannya jangan-jangan si pasangan ini juga melakukan seks dengan orang lain di luar sepengetahuan dia. Hal ini yang sangat berbahaya bagi pasangan yang sudah menikah namun sudah melakukan seks sebelum menikah. Seksualitas yang semestinya sakral dan pribadi dinilai begitu rendah karena telah dilakukan diluar pernikahan dengan alasan kesenangan dan cinta.
Bagaimana cara mengkontrol godaan seks? Ini dia...
Hindari pergaulan bebas yang menjurus kepada godaan seksual (pergi ke tempat pelacuran, pesta seks, pacaran kelewat batas, dll)
Lakukan pekerjaan, kegiatan dan olahraga teratur guna menyalurkan energi dan menghilangkan pikiran-pikiran buruk mengenai seksualitas
Hindari tontonan atau gambar yang menjurus ke arah porno dan dapat merangsang nafsu seksual.
Memupuk kerohanian anda dengan memahami kebenaran firman Tuhan.
Hmm...lalu bagaimana dengan teman-teman yang sudah terlanjur terikat seks bebas? Segeralah keluar dari kubangan itu dengan cara:
Mengaku dosa di hadapan Tuhan, bertobat dan hidup baru dalam iman.
Jujurlah kepada Tuhan dan kepada diri sendiri untuk dosa-dosa yang telah dilakukan, tundukkan diri di hadapan Tuhan dan bertobatlah, miliki hidup baru di dalam iman kepada Tuhan.
Waspadai kelemahan tersebut dan hindari tindakan yang menjurus kepada hal-hal seksual.
Besar kemungkinan manusia untuk jatuh dalam dosa yang sama karena itu waspadalah dengan kelemahan terebut. Hindari tindakan atau hal-hal yang menjurus kepada seksualitas
Tingkatkan kehidupan rohani supaya godaan seksual tidak menguasai.
Bergaullah dengan anak-anak Tuhan supaya juga kehidupan rohani bisa bertumbuh sehingga seluruh tindakan, pikiran dan hidup kita tidak dikuasai oleh godaan termasuk seksualitas
Bersihkan pemikiran dari bayangan tentang seksual.
Pikiran negatif apapun bentuknya bila dibiarkan dapat menjadi perusak yang luar biasa, karena itu pikirkan hal-hal positif dan membangun supaya semakin hari kita diperbaharui dan semakin bersih dari godaan seksualitas.
Semoga tulisan ini bermanfaat... Terimakasih untuk suami tercinta yang sudah mau membagikan makalahnya untuk melengkapi tulisan ini. (RD)http://rosiana-nuka.blogspot.com
Rabu, 08 Desember 2010
KISAH DI BALIK SEBUAH LAGU.
Betapa kumencintai segala yang terjadi
Tak pernah sendiri jalani hidup ini slalu menyertai
Betapa kumenyadari di dalam hidupku ini
Kau slalu memberi rancangan terbaik oleh karena kasih
Bapa sentuh hatiku, ubah hidupku menjadi yang baru
Bagai emas yang murni Kau membentuk bejana hatiku
Bapa ajarku mengerti sebuah kasih yang selalu memberi
Bagai air mengalir yang tiada pernah berhenti
Mungkin sudah banyak yang mengenal lagu “Sentuh Hatiku” yang dinyanyikan oleh Maria Shandy. Tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa ternyata di balik lagu itu ada sebuah kisah luar biasa. Pencipta lagu ini adalah seorang anak Tuhan, dan kisah di balik lagu ini adalah milik teman sekolahnya.
Temannya tersebut diperkosa oleh ayahnya sendiri dan peristiwa ini membuat dia menjadi gila sehingga akhirnya dia harus dipasung di rumahnya. Si penulis lagu sering datang untuk mengunjungi temannya itu dan kemudian mendoakannya.
Waktu pun berlalu... dia harus pindah ke kota lain dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika ada seorang gadis menelpon dia, dan ternyata si penelepon adalah temannya yang gila itu. Tentu saja dia kaget, bukankah temannya itu gila ? Dipasung pula, bagimana dia bisa menelepon?
Akhirnya gadis itu pun bercerita, suatu hari rantai yang mengikat dirinya lepas entah bagaimana prosesnya. Saat itu hanya satu hal yang dipikirkannya yaitu membunuh ayahnya. Tetapi pada saat dia bangun dia melihat sosok dengan jubah putih yang dipercayainya sebagai Tuhan Yesus berkata, “Kamu harus memaafkan papa kamu !”
Gadis itu pun bingung, dia merasa tidak bisa melakukannya....dia pun menangis dan terus menangis, berteriak dan memukul, sampai akhirnya Yesus memeluk dia dan berkata, “Aku mengasihimu...”.
Gadis itu pun terus bergumul namun akhirnya dia memutuskan untuk memaafkan papanya, mereka sekeluarga saling memaafkan dan gadis itu hidup normal kembali.
Kisah yang luar biasa... Yesus mengajarkan kasih yang sempurna.
Diambil dari Jendela K@pe GKY Jogja edisi 5 Januari 2009.
Kamis, 02 Desember 2010
MENCIPTAKAN AWAL PERNIKAHAN YANG INDAH
Dalam suatu acara talk show keluarga di sebuah radio lokal, seorang ahli mengatakan bahwa ada 7 tahap kedewasaan dalam pernikahan. Tahun awal pernikahan (1-3 tahun pertama) disebut dengan tahap fantasi/tahap bulan madu. Mengapa disebut dengan tahap fantasi? Karena pada tahun-tahun ini biasanya pasangan masih dipenuhi dengan harapan-harapan yang indah mengenai pernikahan. Masing-masing memiliki bayangan yang indah mengenai pasangannya. Hmmm...hati-hati dengan hal ini, karena dapat memunculkan 2 kemungkinan, yaitu bahagia jika pasangan sesuai dengan apa yang dibayangkan, atau kemungkinan kedua kaget dan kecewa karena ternyata pasangan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Wah...kemungkinan kedua ini berbahaya kalau tidak disikapi dengan tepat.
Nah...kita punya beberapa tips untuk menghadapi hal ini :
>> jangan jaim
Yup...jaga image di depan pasangan menjadi hal yang juga membahayakan...mengapa?? karena membuat kedua pasangan tersebut tidak semakin kenal satu sama lain, padahal mengenal pasangan sampai sisi-sisi yang paling dalam adalah hal wajib bagi semua pasangan. Memang pegenalan terhadap pasangan tidak dapat diselesaikan hanya dalam sekali waktu tapi harus sepanjang waktu dan seumur hidup. Meskipun demikian sebaiknya mengenal pasangan dimulai sejak masa pacaran. Tampilkan bukan hanya sisi baik tapi juga sisi buruk masing-masing supaya semakin hari semakin bisa saling menyesuaikan. Termasuk juga mengenal cita-cita, tujuan hidup, prinsip hidup dan visi ke depannya seperti apa. Hal ini juga berguna ketika sudah menikah tidak akan merasa asing atau kaget bahkan mungkin kecewa menghadapi sikap dan tingkah laku pasangan. Secara pribadi saya kurang setuju dengan pernyataan, “memilih pasangan seperti memilih kucing dalam karung”.
>> persetujuan bersama
Kalau yang satu ini membutuhkan pembicaraan serius dari kedua pasangan. Sebaiknya dibicarakan ketika keduanya sudah sepakat dan berkomitmen untuk serius dalam berhubungan, misalnya sepakat untuk menikah atau bertunangan. Penting bagi kedua pasangan untuk duduk bersama membicarakan keluarga yang akan dibentuk nantinya. Bicarakan semuanya sedetail mungkin mulai dari rencana mempertemukan kedua orang tua sampai rencana setelah menikah akan tinggal di mana, bagaimana dengan karir masing-masing, adakah kemungkinan tidak tinggal dalam satu kota, bagaimana dengan orang tua, bagaimana dengan pengaturan keuangan, pekerjaan rumah tangga dan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Ambil keputusan bersama, sepakati bersama dan tepati setiap keputusan. Jika dengan berjalannya waktu ada kemungkinan perubahan maka sebaiknya kedua pasangan duduk bersama membicarakannya kembali. Butuh komitmen dan rasa pengertian yang besar dari kedua pasangan. Latihlah mulai dari masa pra nikah.
>> lanjutkan romantisme masa pacaran
Banyak teman-teman yang mengeluh setelah menikah pasangan menjadi tidak romantis, menjadi seperti orang asing, tidak seperti waktu pacaran dulu. Sadar atau tidak romantisme dan kemesraan menjadi bumbu yang enak dalam pernikahan, bahkan menjadi magnet bagi kedua pasangan untuk saliang mendekat dan tidak lepas satu dengan yang lain. Bagi kami...masa pernikahan menjadi masa lanjutan dari pacaran, dan tidak ada kebiasaan yang perlu diubah. Antar jemput ke kantor atau ke mana saja, jalan-jalan berdua, makan malam berdua, bahkan kami masih makan siang berdua, meskipun kantor kami berbeda. Belanja pun masih kami lakukan berdua. Menikah mejadikan kami semakin romantis karena kami dapat melakukan lebih banyak hal berdua, seperti masak berdua, mencuci berdua, nonton televisi berdua, mandi berdua, lari pagi berdua, memandikan anak kami berdua, mengganti popoknya berdua, bahkan pernah saat kami tidak ada kendaraan kami berjalan kaki berdua sejauh 2 km untuk membeli susu anak kami. Semuanya menjadi hal yang romantis bagi kami karena kami melakukannya bersama. Romantisme bukan hanya masalah perasaan tapi juga keseimbangan antara apa yang dirasakan dengan apa yang dipikirkan, jadi pikirkanlah bahwa semua hal yang dilakukan berdua dengan cinta adalah hal yang romantis. Romantis bukan hanya ditunjukkan dengan bunga, coklat, cincin, puisi, lagu dan hal-hal semacamnya.
Lalu bagaimana dengan pasangan yang tidak tinggal serumah? Mungkin karena tempat kerja di kota yang berbeda, atau salah satu sedang studi lanjut di kota lain, atau sedang ada tugas di luar kota. Apapun alasannya, pada prinsipnya sama, pertahankan kehangatan dan kemesraan seperti pada masa pacaran dulu. Kalau dulu sering menemani pacar lembur mengerjakan tugas dengan cara chating lewat internet, atau smsan atau telepon, lakukan hal itu. Kalau dulu saat pacaran sering memberikan perhatian-perhatian kecil seperti sms atau telepon hanya sekedar menanyakan, “lagi ngapain?”, “sudah makan apa belum?”, “bagaimana pekerjaan/kegiatan hari ini?”, lakukan juga hal ini setelah menikah. Sesekali juga penting untuk telepon atau sms sekedar mengatakan “i love u”, “aku kangen” atau kata-kata romantis lainnya. Lakukan hal ini secara tulus bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban komunikasi saja. Komunikasi yang hangat pun bisa dilakukan melalui situs jejaring sosial seperti facebook. Dengan facebook pasangan bisa chating, saling mengirimkan pesan2 mesra, saling bertukar cerita bahkan upload foto-foto saat berdua dan saling berkirim hadiah.
>> janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu
Egoisme yang memang telah ada saat masih single sering kali memunculkan benturan-benturan pada awal masa pernikahan. Segeralah menyadari bahwa ketika sudah menikah kita bukan lagi dua melainkan telah ‘menjadi satu’. “Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu”, dapat diartikan bahwa marah sebaiknya tidak membawa kita kepada dosa, dapat pula diartikan marah sebaiknya segera diselesaikan, jangan sampai lama dan berlarut-larut. Marah dengan cara diam pun tidak disarankan. Sebaiknya marah diungkapkan dengan asertif dan tanpa perilaku merusak. Marah pun sebaiknya ditujukan bukan untuk menjatuhkan pasangan. Marah atau tidak marah adalah sebuah pilihan dan sebaiknya marah adalah pilihan kedua. Hendaknya setiap kita memberikan pengaruh yang baik bagi pasangan kita, supaya bersama-sama bisa bertumbuh dan saling membangun satu dengan yang lain.
Seorang dosen senior dalam bukunya menuliskan sebuah ilustrasi mengenai siapa orang yang paling penting bagi kita. Ada 3 orang yang biasanya mengisi daftar paling atas orang yang paling penting bagi kita yaitu orang tua, pasangan dan anak. Dari ketiganya yang paling penting adalah pasangan (suami/istri). Mengapa bukan orang tua atau anak?? Alasannya sederhana, orang tua kelak akan mati dan meninggalkan kita, anak bila sudah dewasa juga akan menikah lalu pergi meninggalkan kita, satu-satunya orang yang akan ada bersama kita seumur hidupnya adalah pasangan (suami/istri) kita. Jadi...posisikan pasangan kita sebagai orang paling penting bagi kita. Jaga pasangan kita sama seperti tulang tengkorak menjaga otak dan tulang rusuk menjaga jantung.
Semoga tulisan ini bermanfaat. (RD) http://rosiana-nuka.blogspot.com
Minggu, 21 November 2010
Bahaya Tas Kresek Hitam
Sejak pertengahan tahun lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong kresek. Berdasarkan hasil penelitiannya kantong kresek, terutama warna hitam merupakan produk daur ulang yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Tak hanya itu dalam proses daur ulang produsen juga tak memperhatikan riwayatnya, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia atau limbah logam berat. Demikian petikan peringatan BPOM tentang kantong kresek.
BPOM meminta masyarakat tak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap. Selain diragukan kebersihannya, kantong kresek berwarna dikhawatirkan mengandung zat karsinogen yang dalam pemakaian jangka panjang dapat memicu kanker.
Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas, namun juga makanan mengandung asam cuka, vitamin C, berminyak atau berlemak. Tak berlebihan jika Institut Pertanian Bogor (IPB) mengimbau agar makanan tidak dimasukkan dalam kantong kresek, terutama warna hitam.
Selain kantong kresek kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga beresiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan kemasan makanan mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.
Diambil dari : Manado Post, 22 November 2010.
Selasa, 18 Agustus 2009
Terapi Musik Bagi Kesehatan
19 Agustus 2009
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel mengenai Efek Mozart. Saya penasaran benarkah musik klasik dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pasien. Berawal dari rasa penasaran itu saya memberanikan diri mengajukan topik “pengaruh musik klasik terhadap kecemasan pasien pre operasi” untuk skripsi saya waktu itu, namun sayang sekali dosen tidak memberikan persetujuan untuk topik yang saya ajukan itu dan kemudian saya melakukan penelitian dengan topik lain. Meskipun demikian saya tetap sangat tertarik dengan terapi musik. Saya terus mencari referensi bahkan saya mencoba untuk menelusuri satu demi satu judul-judul musik klasik yang diduga memiliki pengaruh terhadap kesehatan. Pachabel’s Canon in D Mayor, adalah salah satu kesukaan saya yang ternyata juga diduga memiliki pengaruh untuk menurunkan kecemasan, denyut jantung dan tekanan darah.
Awalnya saya tidak tahu bahwa Efek Mozart hanya salah satu bagian kecil dari terapi musik. Waktu itu saya berpikir hanya musik klasik saja yang punya pengaruh terhadap kesehatan, ternyata ada berbagai macam metode dan jenis musik yang dapat digunakan sebagai terapi untuk kesehatan baik fisik maupun mental. Karena itu terapi musik mulai banyak digunakan untuk mendampingi terapi medis. Dalam bidang kedokteran, terapi musik dikenal sebagai Complementary Medicine yang dapat digunakan untuk meningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan kesehatan fisik, mental, emosional, maupun spritual dengan menggunakan bunyi atau irama tertentu.
Dibandingkan dengan terapi musik, Efek Mozart hanya bertahan beberapa menit, berpengaruh terbatas pada kemampuan spasial-temporal, dan belum dilaporkan dampak efek ini bagi kesehatan secara umum. Sedangkan terapi musik dampaknya lebih berkepanjangan (long-last), berpengaruh terhadap keseluruhan kemampuan (multiple), dan banyak laporan kemajuan kesehatan akibat intervensi terapi musik.
Klien dalam suatu sesi terapi musik biasa diajak bernyanyi, belajar main musik, bahkan membuat lagu singkat, atau dengan kata lain terjadi interaksi yang aktif dengan musik, dan bukan hanya mendengarkan secara pasif seperti yang terjadi pada efek Mozart. Keaktifan dan kepasifan pelaku terhadap musik inilah yang membedakan terapi musik pada umumnya dengan efek Mozart. Selain itu, pada terapi musik, musik yang digunakan sangat beragam dan tidak terbatas hanya pada musik Mozart saja.
Pengertian Terapi Musik
Beberapa pengertian terapi musik antara lain:
1. Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik dan elemen musik oleh seorang terapis yang terakreditasi untuk meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan kesehatan mental, fisik, emosional dan spiritual.
2. Terapi musik adalah suatu bentuk terapi dengan mempergunakan musik secara sistimatis, terkontrol dan terarah didalam :
o Menyembuhkan
o Merehabilitasi
o Mendidik dan
o Melatih anak-anak dan orang dewasa yang menderita gangguan fisik, mental, atau emosional.
3. Terapi musik adalah suatu kegiatan dalam belajar yang mempergunakan musik untuk mencapai tujuan-tujuan seperti :
o Merubah tingkah laku
o Menjaga/memelihara agar tingkah laku atau kemampuan yang telah dicapai tidak mengalami kemunduran
o mengembangkan kesehatan fisik dan mental.
4. Terapi musik adalah suatu disiplin ilmu yang rasional yang memberi nilai tambah pada musik sebagai dimensi baru secara bersama dapat mempersatukan seni ilmu pengetahuan dan emosi (perasaan cinta, kasih sayang, dan lain sebagainya).
Musik Dan Fungsi Otak
Otak manusia, termasuk otak bayi, terdiri dari belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Otak ini mulai terbentuk pada awal kehamilan dan berkembang dengan pesat sampai bayi lahir. Belahan otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik yang terdiri dari berbicara-kemampuan tata bahasa, baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, peristiwa) logika, angka, analisis, dll. Belahan otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, dan pengembangan kepribadian.
Agar bayi/anak tubuh dan berkembang menjadi individu atau manusia seutuhnya, harus ada keseimbangan antara fungsi otak kiri dan fungsi otak kanannya. Kenyataan dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui seorang individu cenderung lebih mengembangkan salah satu sisi otak saja, biasanya otak kiri yang berhubungan dengan kecerdasan, tidak diimbangi dengan perkembangan otak kiri yang sebenarnya juga sama pentingnya. Salah satu sebabnya diduga akibat kekurangtahuan orangtua, guru, dll. Seperti juga dikemukakan oleh seorang pakar “Parent Education” USA yaitu SUE TREFFEISSEN. All parents wants to be good parents but most parents just don’t have the information that they need to know how their children are growing and developing.
Jadi sebenarnya belahan otak kiri dan otak kanan bila bekerja sama akan saling memperkuat. Oleh karenanya disarankan kepada orang tua untuk merangsang perkembangan otak anak tidak hanya otak kiri saja, melainkan secara bersamaan juga otak kanannya. Dengan kata lain orang tua perlu merangsang sejak dini kecerdasan mental (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) anak-anaknya.
Musik dan Fisiologi Jantung, Pembuluh Darah dan Ansietas
Penggunaan musik di rumah-rumah sakit masa kini mulai banyak, hal ini disebabkan efek musik yang menenangkan dan menyenangkan pasien, sehingga berakibat pada perbaikan kondisi kesehatan, khususnya jantung dan pembuluh darah.
Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui dampak terapi musik terhadap ansietas, detak jantung, dan tekanan darah arteri terhadap 101 subyek yang menunggu untuk kateterisasi jantung. Ketiga variabel ini diukur setelah pasien diterapi dengan musik dan tepat sebelum pasien dipindahkan ke laboratorium. Terjadi penurunan ansietas yang berarti pada kelompok subjek dibandingkan kelompok kontrol dan detak jantung serta tekanan darah arteri kelompok ini turun, sementara pada kelompok kontrol naik.
Hal yang sama terjadi pada sekelompok mahasiswa yang menghadapi stres kognisi karena diharuskan presentasi oral. Tingkat ansietas, denyut jantung, dan tekanan darah sistolik meningkat tajam akibat stressor tersebut. Para mahasiswa ini diterapi dengan musik Pachebel’s Canon in D Major dan didapatkan penuruan variabel diatas, disertai peningkatan kadar IgA saliva dibanding kondisi basal.
Terapi musik telah banyak diterapkan untuk menurunkan ansietas, denyut jantung, dan tekanan darah. Meskipun tidak semua penelitian yang dilakukan tersebut mendapatkan hasil yang diharapkan, namun kebanyakan telah membuktikan bahwa musik memang baik bagi fisiologi jantung dan pembuluh darah. Lebih lanjut, terapi musik telah dianjurkan bersama bentuk terapi lain seperti yoga, meditasi, olahraga, dan diet sebagai terapi pelengkap bagi pasien penderita penyakit jantung.
Musik Bagi Ibu hamil dan Ibu Sesudah Melahirkan
Terapi musik adalah suatu bentuk kegiatan yang mempergunakan musik dan lagu/nyanyi secara terpadu dan terarah didalam membimbing ibu-ibu tersebut selama masa kehamilan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan:
o Relaksasi bagi ibu-ibu hamil
o Stimulasi dini pada janin
o Menjalin keterikatan emosional antara ibu hamil dan janinnya.
Banyak manfaat yang didapat dari terapi musik bagi ibu-ibu hamil / ibu-ibu sesudah melahirkan dalam mempersiapkan janin menjadi anak cerdas dan berkualitas
1. Bagi ibu hamil / ibu sesudah melahirkan maupun janin / bayi, terapi musik dapat menimbulkan reaksi psikologis, karena musik dapat menenangkan (relaksasi) dan juga memberikan rangsangan (stimulasi).
2. Melalui kegiatan terapi musik dapat menyongsong masa depan bayi / anak yang lebih cemerlang, karena untuk menghadapi era globalisasi dibutuhkan individu-individu yang memiliki ketrampilan otak.
3. Kegiatan terapi musik dapat membantu ibu-ibu hamil agar tetap dapat mempertahankan keseimbangan antara kesehatan jasmani, pikiran, dan emosi. Musik menurut pendapat Yuliette Alvin seorang pakar Terapi Musik adalah sebagai berikut “Music is a means of communication and in this simple truth lies the tremendous therapeutic value of music”
4. Melalui rangsangan-rangsangan musik yang diperdengarkan kepada janin / bayi secara teratur, maka dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut kelak dikemudian hari
5. Dalam diri anak kelak akan tumbuh kepribadian yang kuat dan ia mampu menyerap banyak hal
6. Ia dapat meresapi musik, berarti ia juga mampu memahami perasaan orang lain.
Neonatus, Pediatri dan Adolesens
Musik secara statistik signifikan dan penting secara klinis bagi kebaikan bayi-bayi prematur di NICU ( Neonatal Intensive Care Unit ). Penelitian dengan menggunakan lagu “Lullaby” diterapkan pada bayi-bayi prematur non-nutritive sucking dengan pola 2 menit keheningan dan 5 menit lagu sebagai latar belakang ( contingent music ).
Ditemukan bahwa pada kondisi musik, sucking rate bayi-bayi itu 2,46 kali lebih banyak daripada kondisi hening. Penelitian ini berkesimpulan bahwa musik berperan secara signifikan dalam perkembangan sucking rates non-nutritive bayi-bayi prematur.
Penelitian lain di Ohio mencoba mengukur dampak musik terhadap ansietas, rasa sakit, dan tekanan darah pada anak-anak usia 4-6 tahun yang berobat gigi. Meskipun tidak ditemukan hasil bahwa musik dapat mengurangi semua variabel tersebut di atas, namun anak-anak tersebut senang untuk mendengarkan musik selama kunjungan ke dokter gigi.
Tidak tertutup kemungkinan bagi remaja untuk ikut serta dalam kelompok terapi musik. Hal ini terlihat pada anak-anak remaja di New York yang diikutsertakan dalam kelompok-kelompok terapi musik, baik aktif maupun pasif selama 4 bulan, dengan harapan bahwa sesudahnya dapat terjadi perubahan perilaku. Hasilnya meningkat secara berarti dengan berkurangnya skala agresifitas dan kenakalan. Mereka berkesimpulan bahwa kelompok terapi musik dapat memfasilitasi proses ekspresi diri pada remaja yang terganggu emosi/pembelajarannya dan menyediakan wadah untuk mengubah frustasi, kemarahan, dan agresi menjadi kreativitas dan penguasaan diri.
Musik Untuk Alzheimer dan Geriatri
Alzheimer adalah penyakit yang biasanya menjangkiti para lansia dan ditandai dengan kesulitan berbicara, berjalan, dan demensia. Dengan kemunduran segala fungsi tubuh dan berkurangnya interaksi sosial, para penderita Alzheimer dapat mengalami penurunan kualitas hidup. Musik terbukti memperbaiki fisiologi tubuh mereka yang ditandai cukupnya partisipasi, senyuman, kontak mata, dan umpan balik verbal untuk menyatakan perasaan.
Berdasarkan pengamatan di kliniknya, Concetta Tomaino, direktur program terapi musik pada rumah sakit Beth Abraham di New York melihat musik mampu "menggali" ingatan pasien-pasiennya. Ia juga pernah mencoba pada pasien Alzheimer yang kemampuan berpikirnya hampir hilang sama sekali. Ketika ia memainkan musik yang dikenal oleh pasien sewaktu masih muda, tiba-tiba pasien tersebut jadi ingat akan tempat dan orang-orang yang pernah dikenalnya.
Musik dapat menambah kualitas hidup dengan menolong penderita sehingga mempunyai perilaku sosial yang lebih baik. Beberapa penelitian serupa terhadap para lansia penderita demensia telah dilakukan untuk mengurangi agitated behavior.
Di Finlandia, para lansia, khususnya para veteran perang, dikumpulkan dalam suatu grup terapi musik tempat mereka dapat bercerita, membagi satu sama lain dan mengungkapkan perasaan mereka melalui musik dengan aman dan tanpa luapan amarah. Musik diyakini memiliki kemampuan mempengaruhi emosi sesorang dan dapat membantu mengekspresikannya, namun dalam batas tertentu dan tidak lepas kendali.
Pada kasus lain, diteliti pengaruh bermain alat musik keyboard terhadap para lansia penderita Osteoartritis selama 20 menit tiap sesi, 4 kali seminggu dalam 4 minggu. Sebelum dan sesudah perlakuan, dievaluasi dengan finger pinch meter dan jangkauan gerakan para penderita, serta ketidaknyamanan akibat artritis juga diukur.
Hasil yang didapat menunjukkan pengaruh positif bermain keyboard terhadap finger pinch meter dan jangkauan gerakan, kurangnya ketidaknyaman pada beberapa pasien, meningkatnya kekuatan dan kelincahan jari pada beberapa pasien lain serta meningkatnya perasaan senang dan sosialisasi di antara lansia.
Masih banyak lagi penelitian tentang efek musik terhadap Alzheimer dan kebanyakan mendapatkan hasil yang positif. Walaupun belum dapat diklaim bahwa musik dapat menyembuhkan Alzheimer secara total, namun terbukti bahwa musik dapat meningkatkan keadaan pasien secara fisik maupun sosial.
Musik Untuk Perawatan Kanker
Terapi komplementer dan alternatif, khususnya musik, mulai banyak digunakan disamping terapi mainstream (utama), hal ini bermanfaat untuk symptom management, mengurangi sakit dan mual karena kanker serta meningkatkan kualitas hidup.
Beberapa teknik terapi musik yang dapat dilakukan termasuk teknik vocal, pendengaran, dan teknik instrumental. Teknik ini memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi perasaan dan emosi berkaitan dengan pengalaman rasa sakit. Sepuluh pasien Onkologi dewasa mengikuti 8 sesi terapi musik selama 10 minggu, terapi musik yang digunakan bersifat aktif dan pasif.
Mood State dan kohesifitas dalam kelompok diukur sebelum dan sesudah sesi, dan terjadi peningkatan signifikan pada mood state, namun tidak pada kohefisitas kelompok. Hal ini menyiratkan bahwa terapi musik dapat digunakan untuk membantu pasien penderita kanker, setidaknya secara psikologis. Terapi musik juga dimanfaatkan untuk menolong pasien kanker anak-anak. Walaupun tidak dapat menyembuhkan, setidaknya musik dapat menolong anak-anak tersebut sehingga memiliki kehidupan sosial yang lebih baik.
Musik dan Kinerja Fisik
Dua orang pakar Fisiologi dari Perancis, La Salpeètière dan Féré mengukur pengaruh musik terhadap kapasitas kerja fisik manusia. Penemuan pertama menunjukkan bahwa irama merupakan stimuli terkuat terhadap kinerja fisik, sementara dari penemuan kedua ditemukan bahwa efek stimuli musik dipengaruhi oleh kebebasan irama dan intensitas nada-nada musikal yang dimainkan. Nada-nada tinggi terbukti menghasilkan efek yang lebih besar daripada nada-nada rendah.
Musik dan Stroke
Di pusat rehabilitasi di Amerika, para pasien stroke disuruh berbaris sambil mendengarkan musik berirama march lewat walkman. Ternyata, jenis musik ini mampu menstimulasi otak. Tujuan perawatan ini agar si pasien terbiasa dengan irama dan kebutuhan telinga dalam bisa terpenuhi. Dengan ini, lama kelamaan mereka dapat bergerak normal lagi walau tanpa musik. Hasil penyelidikan menunjukkan, kemampuan koordinasi motorik otak yang terlatih tadi lama kelamaan akan menunjukkan perbaikan.
Musik dan Nyeri
Seorang peneliti dari Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya melakukan penelitian mengenai pengaruh terapi musik terhadap penurunan intensitas nyeri akibat perawatan luka bedah abdomen. Salah satu permasalahan yang sering terjadi saat perawatan luka adalah nyeri. Untuk itu perlu dicari atau diupayakan alternatif penanganan terhadap nyeri yang terjadi, agar perawatan luka dapat dilakukan secara optimal. Pada penelitian ini sejumlah responden diperdengarkan musik melalui earphone pada saat perawatan luka bedah abdomen dilakukan. Kemudian peneliti akan mengobservasi wajah, kegelisahan, gerakan otot, vokalisasi, dan ketenangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol intensitas nyeri yang paling banyak adalah nyeri sedang, sedangkan pada kelompok perlakuan intensitas nyeri paling banyak adalah nyeri ringan. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh terapi musik terhadap penurunan nyeri pada saat perawatan luka bedah abdomen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka terapi musik dapat dimanfaatkan sebagai intervensi penanganan nyeri pada pasien yang menjalani perawatan luka bedah abdomen.
Musik dan DNA
Contoh lain yang cukup mengejutkan adalah penelitian terhadap DNA. Melalui suara yang diberikan, sangat mungkin untuk menghambat proses ulang-alik biosintesis protein, purin, dan pirimidin dalam kehidupan sel, yang mengakibatkan perubahan DNA. Meningkatnya polusi suara dalam kehidupan modern ini ditengarai berpengaruh juga terhadap perubahan DNA sehingga penelitian terhadap perubahan DNA memperoleh perhatian yang serius.
Kesimpulan
Seorang Direktur Cancer Treatment Centers of America, Katherine Puckett mengatakan "Musik dapat mengaktifkan syaraf menjadi rileks sehingga membantu pernapasan pasien menjadi lebih baik. Selain itu, musik mengurangi risiko serangan jantung, membuat tekanan darah lebih normal, dan membuat otot lebih rileks. Pada pasien kanker, musik membantu mereka tidur lebih nyenyak karena biasanya pasien kanker memiliki gangguan tidur. Semua orang pasti suka musik. Kamu tak akan sakit jika suka musik. Musik membuat rileks, nyaman, dan tenang. Tubuh yang rileks bisa membantu mengurangi rasa sakit."
REFERENSI
1. Anonim, Terapi Musik Hilangkan Depresi, http://www.dechacare.com.
2. Qauliyah, A., 2006, ILMIAH : Efek Mozart dan Terapi Musik dalam Dunia Kesehatan, http://www.tempo.co.id.
3. Shocker, M., 2007, Pengaruh Terapi Musik Terhadap Intensitas Nyeri Akibat Perawatan Luka Bedah Abdomen di Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Umum Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, www.scribd.com
4. Widodo, I., 2000, Cerdas Dengan Terapi Musik, http://www.pdpersi.co.id.
Jumat, 14 Agustus 2009

.jpg)
.jpg)
.jpg)

Menyenangkan sekali melihat gambar-gambar ini, ya ga? Gambar-gambar keluarga bahagia. Tapi jaman sekarang, susah rasanya bisa berkumpul bersama keluarga menikmati waktu bersama, meskipun hanya untuk menonton tv bersama, atau bersepeda bersama... Boro-boro piknik, makan bersama keluarga pun sulit untuk dilakukan di jaman sekarang. Masing-masing dari kita tenggelam dengan kesibukan masing-masing sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk keluarga menjadi berkurang.
Hai...teman... jangan sampai kita lupa... keluarga adalah orang pertama yang mendukung kita dalam karir dan pekerjaan kita. Mereka layak mendapatkan perhatian besar dari kita.
Eits...bukan cuma sampai di situ...mari kita renungkan lebih dalam...dan lebih dalam lagi...Di atas semua itu...ada Tuhan yang mengasihi kita,kita di selamatkan, dipimpin, dilindungi, bahkan tangan-Nya tak pernah lepas dari kita. Tuhan mengasihi kita jauh melebihi siapapun di dunia ini....Tuhan bahkan lebih layak mendapatkan waktu dan tempat terbaik dari kita....
Sediakan waktu untuk bertemu denganNya...seperti kita sediakan waktu khusus untuk keluarga. Setiap hari...!!
Jangan sampai kesibukan kita merebut waktu terindah kita untuk keluarga dan untuk Tuhan... GBU
Kamis, 30 April 2009
Parents Day
Terima kasihku untukmu
by Rosiana Dewi
Pertama kali aku membuka mata
Yang aku lihat adalah wajahmu
Pertama kali aku merasakan sentuhan
Yang aku tahu itu jemarimu
Ketika fajar mulai merakah
Aku tahu senyummu yang menyapaku
Betapa senangnya aku
Karena kau selalu ada bersamaku
Memberiku semangat hidup
Memberiku cinta….
Pertama kali aku melangkah
Aku tahu kau yang menuntunku
Pertama kali aku jatuh
Aku tahu kau yang menopangku
Pertama kali aku terluka
Aku tahu kau yang menyembuhkanku
Aku menangis di bahumu
Hingga aku tertidur di pangkuanmu
Saat itu aku tahu hanya kau yang mengerti hatiku
Mama…. Papa….
Terima kasih untuk senyummu
Terima kasih untuk belaianmu
Terima kasih untuk perhatianmu
Terima kasih untuk kasih sayangmu
Happy Parents Day
Mama…. Papa….